STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT STUDI KASUS: RSUD RAA SOEWONDO PATI

Achmad Nizar Hidayanto, Dian Setia Hartana, Ika Chandra Hapsari

Abstract


Seiring dengan perkembangan rumah sakit dan teknologi informasi, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) RAA Soewondo dirasa tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan informasi. Keterbatasan tersebut membuat pihak manajemen berencana mengganti SIRS mereka. Agar implementasi SIRS yang baru dapat berhasil, perlu dilakukan strategi manajemen perubahan yang tepat pada rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen perubahan untuk implementasi SIRS di RAA Soewondo. Penelitian dilakukan menggunakan pengambilan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Tindakan perubahan didapat dengan analisis SWOT, kemudian dikelompokan ke dalam metode manajemen untuk membuat strategi manajemen perubahan. Metode manajemen perubahan yang digunakan adalah Anderson dan Anderson Nine Phase Model. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa faktor resistensi karyawan relatif kecil. Tindakan perubahan yang sesuai dengan manajemen perubahan adalah dukungan pimpinan untuk implementasi perubahan SIRS, membuat persamaan visi dan misi ke semua bagian rumah sakit tentang perubahan SIRS, merancang keadaan perubahan yang diinginkan dengan memerhatikan divisi yang terpengaruh oleh perubahan SIRS ini, melakukan penggantian dengan metode pararel cutover, memberikan penghargaan kepada karyawan yang ikut menyukseskan program ini, serta membuat kebijakan baru agar kebijakan yang sudah berjalan menjadi permanen. Hasil akhir menunjukkan secara umum karyawan rumah sakit setuju akan perubahan SIRS saat ini.

Along with the development of hospitals and information technology, the Soewondo RAA Hospital Information System (SIRS) felt unable to meet the information needs. These limitations make the management of SIRS plans to replace their SIRS. In order for successful implementation of new SIRS, change management strategy needs to be done right at the hospital. This study aims to formulate strategies for implementing change management in the RAA Soewondo SIRS. The study was conducted using data collection through questionnaires, interviews, and observation. Action changes obtained with SWOT analysis and then grouped into a management method for making the change management strategy. Change management method that had been used is Anderson and Anderson Nine Phase Model. The study shows that the staff’s resistance is relatively small. Action changes according that related to change management is leadership support for implementation of changes to SIRS, making equality vision and mission to all parts of the hospital about the change of SIRS, designing state of the desired changes with respect to the division that is affected by changes in SIRS, do the replacement with parallel cutover method , presents awards to employees who make this program succeed, and create new policies to estabilish policies that are already running to be permanent. The final results shows: in general, the employees agreed to change the current SIRS.

Keywords


manajemen perubahan; sistem informasi rumah sakit; strategi perubahan; change management; hospital information systems; strategy changes

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21609/jsi.v6i2.283

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



Copyright © Jurnal Sistem Informasi. Faculty of Computer Science Universitas Indonesia.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Number of visitor: 

View JSI Stats