ANALISIS TOPOLOGI DAN POPULASI PENDUDUK PEMUKIMAN MISKIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING

  • Aniati Murni Arymurthy Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia
  • Edina Putri Purwandari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia
Keywords: pemukiman miskin, remote sensing, sistem informasi geografis, poor housing, geographic information systems

Abstract

Wilayah perkotaan di Indonesia memiliki karakteristik yang sama dengan wilayah perkotaan di negara-negara berkembang. Beberapa karakteristik tersebut seperti: (1) penurunan fungsi alam dengan berkurangnya ruang hijau atau vegetasi, (2) penumpukan bangunan beratap pada wilayah yang dekat dengan akses transportasi, industri dan pasar, (3) lokasi pemukiman pada zona yang berbahaya karena dekat dengan terminal, sepanjang aliran sungai, sepanjang jalur rel kereta api, dan tempat pembuangan sampah akhir. Keterkaitan antara nilai indeks kemiskinan dengan morfologi fisik dan vegetasi suatu wilayah dapat diketahui dengan pemanfaatan teknologi remote sensing (RS). Keakuratan analisis pemukiman miskin dengan teknologi RS bergantung pada kualitas citra satelit Very High Resolution (VHR) dan kelengkapan dataset Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknologi Geospasial yang terintegrasi seperti RS, SIG, dan Global Positioning System (GPS) dapat berkontribusi secara interaktif dalam penilaian, pemahaman dan pemetaan untuk memecahkan masalah pemukiman penduduk yang kompleks di Indonesia. Urban areas in Indonesia have the same characteristics with urban areas in developing countries. Some characteristics such as: (1) decreased of the function of nature with the reduced the number of natural green space or vegetation, (2) accumulation of roofed buildings in the area close to transportation access, industry and market, (3) the location of housing in the dangerous zone as close to the terminal, along the river side, along the railway lines, and the final waste disposal sites. The linkage between poverty index values with the physical morphology and vegetation of an area can be identified by the use of technology and remote sensing (RS). The accuracy of the analysis of poor housing with RS technology relies on the image quality of Very High Resolution (VHR) satellite and the completeness of the dataset Geographic Information Systems (GIS). Geo-spatial technologies are integrated as RS, GIS, and Global Positioning System (GPS) can contribute interactively in the assessment, understanding and mapping to solve the complex problem of residential in Indonesia.
Published
2012-07-15
How to Cite
Arymurthy, A., & Purwandari, E. (2012). ANALISIS TOPOLOGI DAN POPULASI PENDUDUK PEMUKIMAN MISKIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING. Jurnal Sistem Informasi, 6(1), 20-31. https://doi.org/https://doi.org/10.21609/jsi.v6i1.275